Bangku Taman - Puisi



Bangku Taman
Karya: Erwin Permadi

Jangan pernah kau cari aku
Jikalau  kita tak lagi bertemu
Ingat, kita sudah berjanji
Tak lagi saling mengisi ruang hati ini

Tak usah tanyakan aku lagi
Bila kau rindukan kehadiranku
Cukuplah semua pengorbananmu
Di waktu yang dulu kini telah pupus

Bangku yang dulu kita duduki
Biar tinggal usang ditelan sang waktu
Agar tetap jadi saksi
Cinta yang dulu bersemayam

Biarlah, kenangan yang indah
‘kan terukir di langit senja
Tempat dulu satukan rasa indah
Hingga terbenam mentari di hati kita

Bandung, 27 Juni 2017 17.30 WIB

Postingan terkait:

6 Tanggapan untuk "Bangku Taman - Puisi"

  1. Cinta ; hal-hal pahit yang sering kita sangka sebagai. Pertemuan, perpisahan yang mereka tahu sesungguhnya hanyalah ketakutan yang saban hari dilalui. Mereka riang dan tangguh, namun dibalik itu gemetar dan lemah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, begitulah Mas Adipati, hal-hal yang terlihat menyenangkan belum tentu yang kita rasakan.

      Terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  2. Masih kalah sama gebyarnya dunia ya mas, padahal segala sesuatunya itu sudah ada yang ngatur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya kurang lebih begitulah mas.

      Terima kasih sudah berkenan mampir :)

      Hapus
  3. Setiap benda memiliki kenangan dan ingatan yang selalu asyik untuk diingat.

    Puisi ini mengingatkanku tentang masa muda dulu ketika masih dikayangan he..he..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepat, kenangan yang mungkin takkan bisa terlupakan walau itu kenangan yang menyakitkan.

      Wah, kaya dewa aja yang baru turun dari khayangan.. hehe :)

      Hapus

Silahkan berikan komentar mengenai postingan di atas.
Gunakan bahasa yang baik dan sopan.

Komentar anda menambah semangat saya untuk terus ngeblog.